LANGGAM CAMPURSARI
1. Nyidamsari
2. Perahu layar
3. Ojo Lamis
4. Yen Ing Tawang Ono Lintang
5. Stasiun Balapan
6. Ketaman Asmoro
7. Lewung
Reff.-3
Kuto Solo sing dadi kenangan
Kowe karo aku
Pikirkanlah setiap perkataan yang akan kamu ucapkan, sebenarnya kata-kata yang kamu ucapkan bagaikan bisa beracun yang dapat menjadi bumerang bagi dirimu sendiri. Dan berkatalah kepada manusia dengan perkataan yang baik ( Al-Qur'an : S.Al-Baqarah, ayat : 83 )
LANGGAM CAMPURSARI
1. Nyidamsari
2. Perahu layar
3. Ojo Lamis
4. Yen Ing Tawang Ono Lintang
5. Stasiun Balapan
6. Ketaman Asmoro
7. Lewung
KARAOKEAN
1a. Nyidamsari
1b. Perahu Layar
1c. Iki Sapu Tanganmu
2a. Rangkulan Salira
2b. Mawar Bodas - Versi Koplo
2c. Kabogoh jauh - Versi Koplo
3a. Tenda Biru
3b. Buih Jadi Permadani
3c. Biarlah Bulan Berbicara
3d. terdiam Sepi
3e. Aku Takut
4a. Mengapa - Koes Plus
4b. Kapan kapan - Koes Plus
5a. Jatuh Bangun - Versi Koplo
5b. Bukan Yang Pertama - versi koplo
5c. Lukisan Cinta - versi koplo
5d. Gala - gala - Versi Koplo
5e. Bunga - Versi koplo
5f. Sakit Gigi
Reff. ( 2x )
Selamat tinggal teluk bayur permai
AWAL
SEJARAH SHALAT TARAWIH
RANGKUMAN PERTAMA :
·
Salah satu perbedaan salat tarawih dan
tahajud ada di waktu pelaksanaannya. Salat tahajud dilakukan pada akhir
malam ketika seseorang telah bangun dari tidur malam. Sementara salat tarawih
sudah bisa dilakukan selepas salat isya tanpa perlu bangun dari tidur malam
dahulu.
·
Nabi
hanya mencontohkan shalat malam yang beliau lakukan selama Ramadhan. Baru
belakangan di masa Khalifah Umar bin Khattab, shalat di malam hari Ramadhan ini
disebut tarawih, dan mulai diselenggarakan secara berjamaah.
·
Kata Ibnu Hajar al-'Asqalani dalam kitab Fathul
Bari Syarh Al Bukhari menyebutkan, kata tarawih (تراويح) dalam salat tarawih
adalah bentuk jamak dari kata tarwiihah (ترويحة), yang artinya sekali
istirahat.
·
Istilah tarawih diambil dari hadist riwayat
Aisyah yang menyebut “tirayah” artinya
istirahat. Aisyah menyebut bahwa Nabi Muhammad melaksanakan salat diselingi
tirayah atau istirahat, namun ketika itu tak disebut istilah salat tarawih.
·
Salat tarawih adalah bagian salat Qiyam
Ramadhan yang dilaksanakan sesudah salat Isya atau sebelum tidur.
·
Baginda Nabi MUhammad SAW hanya beberapa kali saja salat malam berjamaah di
Masjid Nabawi yang terletak di samping rumah beliau dengan jumlah rakaat 8
ditambah 3 rakaat salat witir. Tentang jumlah rakaat salat Nabi diriwayatkan
oleh hadist Aisyah, isteri Rasulullah sendiri.
·
Dalam sejarahnya, salat ini diawali dengan 3
kali kesempatan shaalat tarawih yang dilakukan pada Nabi Muhammad saw. pada
bulan Ramadhan tahun kedua Hijriah (salat tarawih pertama di masjid dilakukan
Nabi pada 23 Ramadan tahun 2 H dan sahabat mulai mengikuti beliau ).
·
Rasulullah tidak melaksanakan salat malam berjamaah pada Ramadhan secara
rutin, hanya 3 kali saja diantaranya malam ke 23, 25 dan 27 Ramadhan. Beliau
khawatir akan dianggap wajib oleh umat Islam sesudah beliau, sehingga
memberatkan, begitu benarlah pengertiannya Nabi kepada kita.
·
Sebagaimana
dijelaskan dalam hadist:
عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى ذَاتَ لَيْلَةٍ فِي الْمَسْجِدِ فَصَلَّى بِصَلَاتِهِ نَاسٌ ثُمَّ صَلَّى مِنْ الْقَابِلَةِ فَكَثُرَ النَّاسُ ثُمَّ اجْتَمَعُوا مِنْ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ أَوْ الرَّابِعَةِ فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ وَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنْ الْخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ وَذَلِكَ فِي رَمَضَانَ (رواه البخاري ومسلم)
Artinya: “Dari ‘Aisyah Ummil Mu’minin
radliyallahu ‘anha, sesungguhnya Rasulullah pada suatu malam shalat di masjid,
lalu banyak orang shalat mengikuti beliau. Pada hari ketiga atau keempat,
jamaah sudah berkumpul (menunggu Nabi) tapi Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam justru tidak keluar menemui mereka. Pagi harinya beliau bersabda,
'Sunguh aku lihat apa yang kalian perbuat tadi malam. Tapi aku tidak datang ke
masjid karena aku takut sekali bila shalat ini diwajibkan pada kalian.”
Sayyidah ‘Aisyah berkata, 'Hal itu terjadi pada bulan Ramadhan’.” (HR Bukhari
dan Muslim).
·
Rasulullah melaksanakan shala tarawih ada
kalanya sejumlah 8 atau 10 rekaat. Selanjutnya, beliau menutupnya dengan salat
witir sehingga jika ditotal ada 11 rokaat yang dikerjakan. Aisyah, istri
Rasulullah, mengatakan, "Bahwasanya
Nabi Saw.. tiada mengerjakan sholat malam, baik di Ramadan, maupun di lainnya,
lebih dari sebelas rakaat." (H.R. Al Bukhari dan Muslim).
Bunyi hadis ini secara sempurna adalah sebagai berikut :
dari Abi Salamah bin Abd
al-Rahman, ia pernah bertanya kepada Sayyidah A`isyah radhiyallahu `anha
perihal shalat yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pada
bulan Ramadhan. A`isyah menjawab : “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
tidak pernah menambahi, baik pada bulan Ramadhan maupun selain bulan Ramadhan,
dari sebelas rakaat. Beliau shalat empat rakaat, dan jangan kamu tanyakan baik
dan panjangnya. Kemudian beliau shalat empat rakaat, dan jangan kamu tanyakan
baik dan panjangnya. Kemudian beliau shalat tiga rakaat. A`isyah kemudian
berkata : “ Wahai Rasulullah, apakah anda tidur sebelum shalat Witir?” Beliau menjawab
: “Wahai A`isyah, sesungguhnya kedua mataku tidur, akan tetapi hatiku tidak
tidur.”
·
Di masa, Abu Bakar Siddiq ( Khalifah pertama ) , kebiasaan malam malam Ramadhan masih sama
dengan kebiasaan zaman Rasulullah masih hidup. Salat malam Ramadhan dibebaskan
kepada umat, ada yang berjamaah dan ada pula yang sendiri sendiri.
·
Diantaranya sahabat ada yang melaksanakan salat malam Ramadhan itu
sepanjang malam, sampai menjelang subuh.
·
Barulah di masa kekhalifahan Umar
bin Khattab ( Khalifah kedua ) yang memerintah selama 10 tahun
(634-644 Masehi atau 13 -23 Hijriyah) salat malam Ramadhan dirutinkan setiap
malam.
·
Seseorang sahabat yang fasih bacaan , merdu
suaranya dan hafal Alquran yakni Ubay bin Ka’ab didaulat oleh Umar memimpin
salat sunat berjamaah. Umar ikut berjamaah dengan jumlah rakaat 20 ditambah
witir 3 rakaat.
·
Kebiasaan salat tarawih dilanjutkan oleh, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib ( Khalifah ke tiga ).
Bahkan sampai 60 tahun kemudian tatkala Khalifah Umar bin Andul Aziz di dinasti
Umaiyah salat itu ditambah jumlah menjadi 36 rakaat tambah 3 witir menjadi 39
rakaat. Namun selanjutnya sekarang pada umumnya umat Islam melaksanakan salat
tarwih dan witir sebanyak 23 dan 11 rakaat.
Sumber :
https://www.topsatu.com/pada-zaman-nabi-belum-ada-istilah-salat-tarawih/ - Senin, 3 April 2021 ; Pukul : 5.41 WIB
RANGKUMAN KEDUA :
·
Ahmad Zarkasih Lc, menerangkan, bahwa istilah
tarawih tidak dikenal oleh Nabi Muhammad SAW dan juga oleh sahabatnya Abu Bakar
r.a. "Karena memang dulu, Nabi Muhammad SAW menyebutnya bukan dengan
istilah tarawih, tapi dengan nama Qiyam Ramadhan, yakni penghidupan atas malam
Ramadhan. Maksudnya ibadah guna menghidup malam-malam Ramadhan.
·
bahwa kata tarawih itu adalah bentuk plural
(jamak) dari single tarwiih
· tarwiih atau tirayah ( sebutan : Aisyah/istri nabi ) itu artinya, “
istirahat”, Dan kalau shalat itu dikerjakan dengan 20 rakaat, maka tarwiih yang
ada menjadi 10 kali tarwih. Apalagi jika ditambah dengan tiga rakaat witir yang
formatnya dua rakaat plus satu. Itu berarti tarwih manjadi 12 kali.
·
Karena itulah shalat ini dinamakan shalat tarawih, karena di dalamnya imam
memberikan banyak tarwiih alias istirahat di setiap selesai salam,"
katanya.
·
jumlah rakaat shalat tarawih tidak diketahui
oleh kebanyakan orang, Ada yang menyebut
8 rakaat, tidak sedikit yang mengatakan 20 rakaat atau bahkan ada yang lebih.
Sumber :
https://republika.co.id/berita/q6tin1396/awal-munculnya-istilah-tarawih -
Senin, 3 April 2021 ; Pukul : 5.56 WIB
PONDOK HALIMUN ( PH )
Pondok Halimun atau lebih dikenal dengan " PH ", merupakan kawasan wisata yang tak luput bahkan kental dan terkenal di kawasan daerah Kabupaten Sukabumi Jabar. Sekedar berbagi pengalaman dan tidak ada tujuan yang lain, kami sekeluarga bersama keponakan mengisi hari libur mengunjungi tempat wisata tersebut. Tepatnya minggu, 20 Maret 2022 pukul 08.30 kami berangkat, agak siang karena tidak terencana secara matang, yang mana acara pagi ngagowes tetapi di tengah perjalanan sepeda rusak mengakibatkan saya pulang lagi dan mengisi hari libur bersama keluarga saja.
Sesampai Tempat Pemungutan Restribusi ( TPR ), sebagai pemasukan kas daerah biasa kami dikenai biaya sebesar Rp. 35.000,00 ( 1 mobil : 3 dewasa dan 4 anak-anak ). Sampai PH masih lumayan pagi, tetapi tempat sudah sangat ramai banyak kendaraan bermotor juga mobil sudah cukup banyak. Selang 1 jam kemudian ternyata tempat parkir hampir penuh. Sambil menunggu pesanan sarapan pagi yang sudah di pesan istri, kami jalan bersama anak-anak ke atas ke tempat yang biasa digunakan kamping ( camp ). Dari tempat kios-kios ( tempat makan ) ke atas jalan pecah menjadi 2 ( ke kiri : ke curug Cibeureum dan lurus : ke tempat cemping ). Ke kiri : jalan menuju Curug Cibeureum di tutup sementara dikarenakan jalan longsor di 6 titik karena hujan terus menerus, yang menurut informasi akan dibuat jalan baru karena tidak mungkin di adakan pembersihan longsor. Kami lurus sampai mentok ( di ujung ) terdapat tempat penginapan dengan situasi tempat penginapan sbb. :
Dari berbagai penjuru sudah tempat ini sudah pernah kami kunjungi baik resmi via depan atau via belakang dengan kebun tehnya yang hanya bisa dengan transportasi motor. Terima kasih mudah-mudahan dapat menjadikan inspirasi bagi para wisatawan yang akan mengunjungi tempat ini.
REPARASI SI KUDA BESI - AVANZA 2007
Bermula dari bunyi pada mesin yang tidak normal ( tidak standar ),
walaupun terkadang bunyi dan terkadang tidak.
1.
Kecurigaan pertama :
Dari "
Venn Bell ( sabuk )", karena jika venn bell diberi air tidak bunyi,
tetapi kemudian bunyi lagi. Digantilah venn bellnya. Sejak itu
venn bell dalam sewaktu-waktu disemprot piranti pelimas venn bell
biar melekat kuat. Venn bell diganti ternyata muncul bunyi yang lain lagi.
2.
Kecurigaan berikutnya :
Dari "
STENSIONER ", karena sejak dari baru belum pernah diganti jadi aus
dan digantilah stensionernya. Tetapi bunyi tetap ada / terkadang
ada terkadang tidak. Kemudian dibawalah ke bengkel AC, sampai di bengkel
AC bunyi hilang - lalu pulanglah tidak ada tindakan. Lain hari bunyi muncul
lagi, dibawalah ke bengkel montir mobil - bunyi hilang lagi. Masih bagus tidak
ada masalah, katanya - lalu pulang tidak ada tindakan. Beberapa
hari-minggu-bulan terkadang bunyi muncul,terkadang tidak. Akhirnya di deteksi
sendiri menggunakan kertas digulung - sambung ke telinga.Kecurigaan muncul pada
water pump-nya. Dibawalah ke bengkel montir - di tempat tidak ada masalah,
mobil baik-baik saja.
3.
Kecurigaan pada water pump ( pompa air radiator ) :
Maka ku
putuskan bawa ke bengkel dan diganti, beserta air radiatornya di tambah.
Dengan telah digantinya WATER PUMP, sudah 1 bulan berjalan, "mobil Alhamdulillah", tidak ada masalah dan tidak ada bunyi-bunyi yang tidak seharusnya lagi.
Mobil telah
lama bertahun-tahun memakai Oli Merk ( Shell Helix : Hx5 - 15W/40 ),
mesin terasa berat. Didapat info dari toko agar memakai ( Shell Helix : Hx6 -
10W/40 ), oli katanya lebih encer dan di mesin terasa ringan. Sudah dipraktekan
di campur ( Hx5-15W/40 dan Hx6-10W/40 ) ternyata mesin menjadi lebih ringan dan
larinya lebih bertenaga.