KAMPUNG EROPA DAN BONBIN LEMBANG
Pikirkanlah setiap perkataan yang akan kamu ucapkan, sebenarnya kata-kata yang kamu ucapkan bagaikan bisa beracun yang dapat menjadi bumerang bagi dirimu sendiri. Dan berkatalah kepada manusia dengan perkataan yang baik ( Al-Qur'an : S.Al-Baqarah, ayat : 83 )
MUDIK
SUKABUMI - YOGYAKARTA
Sabtu, 11 Desember 2021
KAMPUNG EROPA DAN BONBIN LEMBANG
Jumat, 10 Desember 2021
GEGERBITUNG
Pulangnya kami tidak melewati SMPN 2 Gegerbitung, tetapi menuju pulang tepat turunan pertigaan menuju SMPN 2 gegerbitung kami ke kiri ( Jl. utama ), jalan lebih bagus ( Cor ) jalan batunya cuma kira-kira 1 km. Jalan terus tembus ke Jalan utama Sagaranten - Per 3 an ( Jl. Sagaranten ke Gegerbitung ) - per 3 an lagi ( Jl. Sagaranten ke Gegerbitung ) - Terminal Jubleg - Baros - Cisaat Sukabiumi.
Demikian mudah-mudahan bermanfaat dan menjadi kenangan.
Terimakasih !!
Kamis, 09 Desember 2021
TRANSFORMASI
Transformasi dimaksud adalah perubahan ( posisi, ukuran atau arah ), yang meliputi :
B. Translasi ( Pergeseran )
C. Rotasi ( Perputaran )
D. Dilatasi ( Perbesaran dan atau pengecilakan )
=======================================================================
B. Translasi ( Pergeseran )
C. Rotasi ( Perputaran )
Jumat, 03 Desember 2021
KEBUN RAYA COBODAS
CIANJUR - JABAR
Demikian tulisan ini dibuat untuk supaya menambanh wawasan bagi penulis dan bagi pembaca pada umumnya. Tak lupa diucapkan terimakasih kepada rekan kami yang telah bersedia menemani touring dan rekan-rekan handai taulan yang telah memanfaatkan ini blog.
Rabu, 01 Desember 2021
Rabu, 24 November 2021
GOWES RUMAH KE SEKOLAH
Pada hari ini Kamis, 25 Nopember 2021 masa pandemi Covid-19 masih mewabah, masa ini menyebabkan orang-orang berusaha untuk tetap sehat dan selalu menjaga stamina supaya terhindar dari penularan virus Covid-19 sesuai anjuran pemerintah. Kegiatan-kegiatan gowespun terus berlangsung tiap hari sabtu -minggu. Maka pada Sabtu lusa kemarin, 20 Nopember 2021 selesai sholat subuh, saya mencoba gowes dari rumah ke tempat kerja yaitu SMPN 1 Kadudampit yang jaraknya sekitar 7 Km, dengan kondisi jalan yang naik terus menuju lereng Situ Gunung Gunung Gede. Dari rumah masih cukup gelap yaitu pukul : 04.45 WIB dan sampai sekolah ternyata pukul : 05.45 WIB ( 1 jam perjalanan ). Setelah istirahat kira-kira 5 menit sayapun kembali ke rumah dengan kondisi jalan turun terus jadi lebih cepat. Start dari sekolah pukul : 05.50 WIB dan sampai rumah lagi pukul : 06.15 WIB ( 25 menit ). Berikut beberapa dokumentasi via HP Samsung J5 yang dapat saya ambil :
Gowes tersebut dilakukan tidak melewati jalan raya, tetapi melewati jalan pintas yang relatif lebih dekat. Berbeda dengan via sepeda motor dapat di tempuh selama 17 menit ( jalan santai ) dan 11 menit ( jalan agak kenceng ). Jika via mobil maka dapat ditempuh selama 30 menit ( jalan santai biasa ) dan 37 menit ( jalan agak ngegas).
Minggu, 10 Oktober 2021
GOWES SITU CIJERUK
Jaman kecilku suka bahkan dipakai dalam aktivitas sehari-hari yaitu Pit-pitan yang sekarang saya kenal dengan istilah Gowes. Sudah 2 tahun terakhir ini ge-trend lagi gowes dalam rangka tetap menjaga kesehatan tubuh, di masa " Pandemi Virus Corona atau Covid-19". Dimana pemerintah menganjurkan mengurangi aktivitas diluar rumah yang dikenal dengan istilah PPKM ( Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ), termasuk mudik bahkan di desa-desa tidak sedikit pasang portal supaya orang dari luar daerah memasuki wilayah mereka supaya aman dari penyakit menular. Sampai-sampai sekolah-sekolahpun diliburkan yang sampai saat tulisan ini dibuat tempat pendidikan ( sekolah ) hanya melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka terbatas ( PTM terbatas ), artinya tiap kelas hanya diperbolehkan selang-seling masuk siswa hanya 50 % nya saja, dalam rangka menjaga jarak.
Maka pada hari minggu 10 Oktober 2021 kami bersama grup KGRT ( Komunitas Gowes Rambay Tea ) secara rutin tiap hari minggu mengadakan acara gowes, walaupun terkadang peserta tidak lengkap tergantung kesibukan masing-masing anggota. Pada minggu ini kami mengadakan acara gowes ke Situ ( Danau ) Cijeruk. Berikut liputannya :
Start : Belakang Rumah
Pos : Tempat kumpul di Gg. Pelukis
Sampai : Pos Istirahat warung kopi+ kue Odading ... he....he
Berpose dulu di pinggir jalan, depan tempat karaoke. karaoke tidak jadi karena penuh.
Tanjaka, sekaligus turunan yang sangat tajam serta licin, dengan keamanan yang harus hati-hati karena pinggir jurang yang sangat dalam ( belakang SMP-SMK 1 Sukabumi Selabintana )Kamis, 30 September 2021
KARANG POTONG
A. Via MOTOR
Karang potong, ..... ? menurut bacaannya daerah berupa karang yang terpotong, mungkin itu menurut sejarahnya. Seiring dengan berkembangnya zaman, ternyata tidak demikian kenyatannya. Karang potong merupakan tempat wisata yang berada di daerah Cianjur selatan - cianjur paling selatan. Karena viralnya di medsos tempat tersebut ( waktu itu ), membuat kami ( yang kebetulan touring ) merencanakan mengunjungi termpat tersebut.
Berbekal semangat kami cukup berdua ( AS dan Rd ) tepatnya kapan sudah lupa, yang jelas pada bulan Sesember 2021 kami berkumpul di tempat seperti biasa pukul 06.30 dari Indomart jalur - SUKABUMI - berangkat. Ditengah perjalanan beberapa tempat kami nikmati maka kami berhenti :
Terdapat suatu daerah ( jika kita ke Palabuhanratu via Cikidang : jalan kanan-tebing gunung dan kiri jurang yang dalam ).
Dari arah Sukabumi ke Sindang Barang, sampai Sindang barang jalan pecah jadi 2 ( kiri : Pangandaran dan kanan : Surade ). Perjalanan kami teruskan ke kiri, kira-kira 5 km pada pukul 11.30 lah sampailah kami di tempat tujuan dengan menggunakan motor perjalanan 5 Jam di - KARANG POTONG - Cianjur selatan. Berikut beberapa dokumentasi yang sempat kami ambil :
Daerahnya baru dibangun, jadi memang merupakan tempat wisata buatan ( bukan alami ). Dengan biaya masuk Rp. 25.000/orang kami masuk tetap dengan Prokes ( memakai masker dan selalu bawa hand sanitizer ), karena situasi masih pandemi virus korona ( Covid-19 ). Kami di tempat ini tidak lama hanya kira-kira 30 menit dikarenakan : suasana cukup panas dan rencana yang kami laksanakan pulang-pergi. Maka pada pukul 12.00 kami meneruskan perjalanan kembali pulang via - SINDANG BARANG - lalu Cidaun - Cugenang ....dst. sempat berhenti di warung minum dan sholat dhuhur dijama' ashar berjamaah. Perjalanan melewati - UJUNG GENTENG - SURADE - Alun alun Surade kira-kira 200 m belok kanan jalan pintas lalu tembus - LENGKONG - dan seterusnya via Bojong Haur - JAMPANG TENGAH - dan kami pisah di - SIMLI - Jl. Palabuhan 2. Sampai rumah kembali kira-kira pukul 16.00 dengan total perjalanan sejauh 370 km.
Alhamdulillah wisata alam yang kami laksanakan ke - KARANG POTONG - kali ini dapat berjalan dengan lancar dan aman, sesuai rencana. Sampai ketemu di wisata alam berikutnya ....... !
B. Via MOBIL
Obyek wisata yang lagi viral saat ini Karang Potong membuat banyak orang penasaran. Maka pada hari Sabtu, 2 Oktober 2021 berangkatlah kami sekeluarga bersama ua Euis ke tempat dimaksud, menggunakan roda 4. Karena jarak yang cukup jauh kami berangkat pagi-pagi dengan bekal yang sudah disiapkan. Singkat cerita sbb. :
Pukul :
05.30 : Berangkat dari rumah
05.45 : Berangkat dari Kopeng rumah Ua Euis
07.00 : Sampai Cibeber
10.30 : Alun-alun Sindang Barang ( Istirahat 15 Menit )
11.00 : Karang Potong
12.00 : Pulang
( Via : Agrabinta - Cidaun - Tegal Buleut - Surade - Lengkong - Sukabumi )
18.47 : Rumah
Berikut beberapa dokumentasi yang dapat di ambil :
----- selesai ----
Minggu, 26 September 2021
ZIARAH KUBUR
1.
Tata cara
ber – ziarah.
Pertama : Tidak memakai sandal ketika memasuki pekuburan
ASSALAMU ’ALAIKUM AHLAD-DIYAAR MINAL MU’MINIINA WAL MUSLIMIIN.
YARHAMULLOOHUL MUSTAQDIMIINA MINNAA WAL MUSTA’KHIRIIN.
WA INNA INSYAA ALLOOHU BIKUM LA-LAAHIQUUN
WA AS ALULLOOHA LANAA WALAKUMUL ‘AAFIYAH.
(
“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari
(golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati
orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami
insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan
kalian.” )
Ke-empat : Dengan meletakan tangan di pusara kuburan membaca do’a :
Bismillahirrahmanirrahiim
Allâhumarham ghurbatahu,
wa shil wahdatahu, wa anis wahsyatahu, wa amin raw‘atahu, wa askin ilayhi min
rahmatika yastaghnî bihâ ‘an rahmatin min siwâka, wa alhiqhu biman kâna
ya-tawallâhu.
( Dengan
menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Ya Allah, kasihi keterasingannya, sambungkan kesendiriannya, hiburlah kesepiannya, tenteramkan kekhawatirannya, tenangkan ia dengan rahmat-Mu yang dengannya tidak membutuhkan kasih sayang dari selain-Mu, dan susulkan ia kepada orang yang ia cintai.)
Kelima : Membaca doa berikut ini (3 kali):
Allâhumma innî as-aluka bihaqqi Muhammadin wa âli Muhammad an lâ tu’adzdziba hâdzal
may¬yit.
( Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad janganlah azab penghuni kubur ini.)
Keenam : Dengan melepas tangan
dari pusara kuburan, membaca :
1. Surat Al-Qadar (7 kali),
2. Surat Al-Fatihah (3 kali),
3. Surat Al-Falaq (3 kali),
4. Surat An-Nas (3 kali),
5. Surat Al-Ikhlash (3 kali),
6. Ayat Kursi (3 kali).
Ø Diperbolehkan
menyiramkan air biasa di atas pusara si mayat berdasarkan hadits berikut,
“Sesungguhnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyiram (air) di
atas kubur Ibrahim, anaknya, dan meletakkan kerikil di atasnya.” Hadits
diatas oleh Abu Dawud dalam Al Marasil, Imam Baihaqi dalam Sunan,
Thabarani dalam Mu’jam Al Ausath. Syaikh Al Albani menyatakan sunadnya kuat di dalam Silsilah Ahadits Shahihah.
2. Lampiran :
Ayat Kursi ( Al – Baqarah : 255 )
Allaahu laa ilaaha illaa huwal
hayyul qayyuum,
laa ta’khudzuhuu sinatuw walaanaum
lahuumaa fis samaawaati wa maa fil
ardh,
man dzalladzi yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznih, ya’lamu ma baina
aidiihiim,
wa maa khalfahum wa laa yuhiithuuna
bisyai-im min ‘ilmihii illaa biimaa
syaa-a wasi’a kursiyyuhus samaa-waati wal ardha,
wa laa yauuduhuu hifzhuhumaa wa
huwal ‘aliyyul ‘azhiim.
Artinya :
Allah, tiada Tuhan kecuali Dia, dzat Yang Maha Hidup lagi Berdiri
sendiri, tidak pernahdi hinggapi kantuk apalagi tidur, bagi-Nya penguasa
apasaja yang ada di langit dan bumi, tiada yang dapat memberi syafa,at (
pertolongan ) kecuali atas izin-Nya, Yang Maha Mengetahui apa saja yang terjadi
di hadapan mereka atau di belakang mereka.
Tiada yang dapat mengetahui ilmu Allah kecuali atas
kehendak-Nya, kursi Allah sangat luas meliputi langit dan bumi. Dan Allah tiada
merasa berat untuk memelihara keduanya ( langit dan bumi ) . Dua Maha tinggi
lagi Maha Besar.
--- Semoga bermanfaat ---




















































