MUDIK

MUDIK
SUKABUMI - YOGYAKARTA

Minggu, 20 Maret 2022

PH

 PONDOK HALIMUN ( PH )

     Pondok Halimun atau lebih dikenal dengan " PH ", merupakan kawasan wisata yang tak luput bahkan kental dan terkenal di kawasan daerah Kabupaten Sukabumi Jabar. Sekedar berbagi pengalaman dan tidak ada tujuan yang lain, kami sekeluarga bersama keponakan mengisi hari libur mengunjungi tempat wisata tersebut. Tepatnya minggu, 20 Maret 2022 pukul 08.30 kami berangkat, agak siang karena tidak terencana secara matang, yang mana acara pagi ngagowes tetapi di tengah perjalanan sepeda rusak mengakibatkan saya pulang lagi dan mengisi hari libur bersama keluarga saja.

     Sesampai Tempat Pemungutan Restribusi ( TPR ), sebagai pemasukan kas daerah biasa kami dikenai biaya sebesar Rp. 35.000,00 ( 1 mobil : 3 dewasa dan 4 anak-anak ). Sampai PH masih lumayan pagi, tetapi tempat sudah sangat ramai banyak kendaraan bermotor juga mobil sudah cukup banyak. Selang 1 jam kemudian ternyata tempat parkir hampir penuh. Sambil menunggu pesanan sarapan pagi yang sudah di pesan istri, kami jalan bersama anak-anak ke atas ke tempat yang biasa digunakan kamping ( camp ). Dari tempat kios-kios ( tempat makan ) ke atas jalan pecah menjadi 2 ( ke kiri : ke curug Cibeureum dan lurus : ke tempat cemping ). Ke kiri : jalan menuju Curug Cibeureum di tutup sementara dikarenakan jalan longsor di 6 titik karena hujan terus menerus, yang menurut informasi akan dibuat jalan baru karena tidak mungkin di adakan pembersihan longsor. Kami lurus sampai mentok ( di ujung ) terdapat tempat penginapan dengan situasi tempat penginapan sbb. :




Di tempat ini kami mengajak anak-anak untuk sekedar menunggu pesanan makan. Namanya " BUMI PASEBAN ALAMI ", ya tempat ini di sewa oleh PT Paseban Alami yang digunakan untuk wisata dan menginap oleh para touris / pelancong ( baik domestik atau luar daerah ). Berdasarkan tanya-jawab yang kami lakukan ternyata cukup murah : Saung bertingkat ( atas kayu dan bawah kaca : Rp. 500.000 - atas kayu bawah tidak ada kaca Rp. 300.000 dan rumah panggung cukup tinggi Rp. 1.000.000 ) tempat tersebut harga sewa per-malam plus fasillitas sarapan pagi. Bagi para wisatawan yang ingin menginap ke tempat ini dapat boking terlebih dahulu karena biasanya penuh, nomor yang bisa dihubungi yaitu sdr. Andi : 0815-7248-5535. Setelah kira-kira 30 menit kami bersama anak-anak kembali ke ARENA UTAMA PH, sesaat kemudian pesanan nasi liwet matang kamipun makan bersama. Contoh menu nasi liwet ala PH :




 Dengan butged yang cukup terjangkau antara Rp. 150.000 sd Rp. 300.000 para wisatawan dapat menikmati model makanan tersebut di tambah dengan : wedang uwuh + jagung bakar. Sebenarnya di tempat inipun dekat terminal ini tersedia juga tempat penginapan, berkisar Rp. 300.00 an. Sekitar 2 jam full selesai makan kamipun pulang. Untuk informasi biaya parkir tempat ini motor Rp. 5.000 dan mobil Rp. 10.000, tersedia mushola juga dengan air yang cukup dingin.

     Dari berbagai penjuru sudah tempat ini sudah pernah kami kunjungi baik resmi via depan atau via belakang dengan kebun tehnya yang hanya bisa dengan transportasi motor. Terima kasih mudah-mudahan dapat menjadikan inspirasi bagi para wisatawan yang akan mengunjungi tempat ini. 

Senin, 14 Maret 2022

 

 REPARASI SI KUDA BESI - AVANZA 2007

 

     Bermula dari bunyi pada mesin yang tidak normal ( tidak standar ), walaupun terkadang bunyi dan terkadang tidak. 

1. Kecurigaan pertama :

Dari " Venn Bell ( sabuk )", karena jika venn bell diberi air tidak bunyi, tetapi    kemudian bunyi lagi. Digantilah venn bellnya. Sejak itu venn bell dalam sewaktu-waktu disemprot    piranti pelimas venn bell biar melekat kuat. Venn bell diganti ternyata muncul bunyi yang lain lagi.

2. Kecurigaan berikutnya :

Dari " STENSIONER ", karena sejak dari baru belum pernah diganti jadi aus dan    digantilah stensionernya. Tetapi bunyi tetap ada / terkadang ada terkadang tidak. Kemudian dibawalah  ke bengkel AC, sampai di bengkel AC bunyi hilang - lalu pulanglah tidak ada tindakan. Lain hari bunyi muncul lagi, dibawalah ke bengkel montir mobil - bunyi hilang lagi. Masih bagus tidak ada masalah, katanya - lalu pulang tidak ada tindakan. Beberapa hari-minggu-bulan terkadang bunyi muncul,terkadang tidak. Akhirnya di deteksi sendiri menggunakan kertas digulung - sambung ke telinga.Kecurigaan muncul pada water pump-nya. Dibawalah ke bengkel montir - di tempat tidak ada masalah, mobil baik-baik saja.

3. Kecurigaan pada water pump ( pompa air radiator ) :

Maka ku putuskan bawa ke bengkel dan diganti, beserta air radiatornya di tambah.

 



Dengan telah digantinya WATER PUMP, sudah 1 bulan berjalan,  "mobil  Alhamdulillah", tidak ada masalah dan tidak ada bunyi-bunyi yang tidak seharusnya lagi.

 4. Sekedar Informasi 

Mobil telah lama bertahun-tahun memakai Oli Merk ( Shell Helix  : Hx5 - 15W/40 ), mesin terasa berat. Didapat info dari toko agar memakai ( Shell Helix : Hx6 - 10W/40 ), oli katanya lebih encer dan di mesin terasa ringan. Sudah dipraktekan di campur ( Hx5-15W/40 dan Hx6-10W/40 ) ternyata mesin menjadi lebih ringan dan larinya lebih bertenaga. 

      Demikian tulisan ini dibuat, hanya sekedar berbagi pengalaman. Mudah-mudahan bermanfaat bagi penulis pada khusunya dan bagi pembaca pada umumnya. Terima kasih

 

Kamis, 17 Februari 2022

 SYARAT PENSIUNAN




Kamis, 13 Januari 2022

 PANTAI SAYANG HEULANG
KECAMATAN PAMEUNGPEUK - GARUT JABAR
( 546,2 Km )

      Selasa 11 Januari pukul 06.20 WIB, Kami ( Agus supranto dan Diky Tresnasena ) realisasi pemberangkatan touring ke Situ Bagendit Garut - Jabar. jalan yang kami lalui : Cisaat - Terminal Jublek baros - Purabaya - Sagaranten - Cidolog - Tegal Buleud ( kalau dari arah Surade, sudah melewati Curug " Cikaso " ) - Cidaun - Agrabinta -  Kec. Cikelet Garut - Pameungpeuk Garut : Belokan ke kanan Pantai Santolo - kemudian belokan ke kanan Pantai " Sayang Heulang" pameungpeuk Garut ). 
      Sampai di Cikelet Garut sekitar pukul 15.00 WIB ( Kampung halaman tetangga - Bpk. Bagus ), perjalanan diteruskan sampailah belokan ke kanan : Pantai Santolo - diteruskan lagi sampailah belokan : Pantai Sayang Heulang. Dengan membayar karcis Rp. 10.000 ( Tiket masuk wisata : Rp. 7.500/org dan layanan masuk kendaraan roda 2 Rp. 2.500 ) kami memasuki pantai.


        Sebelum kami mencari penginapan kami sempat menyusuri pantai dari ujung kiri dan ujung kanan pantai, yang ternyata ujung kanan pantai adalah " Pantai Santolo" dimana kita bisa menggunakan perahu ke pantai santolo. Kemudian kami mencari penginapan sederhana dengan harga sewa Rp. 300.000 / malam - dengan nego menjadi Rp. 200.000 / malam karena bukab hari libur. Kemudian setelah sholat magrib sempat jl. keluar sendiri sampai jl. raya pameungpeuk, Tetapi ternyata hujan deras walaupun sempat membeli minuman dan makanan ringan. Sekira pukul 09.30 kami keluar lagi mencari makan malam. Berikut dokumentasi yang sempat kami ambil di Pantai Sayang Heulang :

Situasi perjalanan menuju pameungpeuk - Garut Jabar :
Pantai Sayang Heulang :






Setelah menginap semalam, pagi-pagi sekitar pukul 06.00 kamipun berpamitan melanjutkan perjalanan, ternyata setelah sampai jl. raya melewati pantai sayang heulang - melewati pula kantor PGRI Pameungpeuk - kemudian per-4 an ( Kiri : Garut - Lurus : Tasik dan Kanan : Jur. Pantai Pangandaran ). Kita ke kiri jurusan Garut, tetapi sekitar 5 km mampir ke rumah rekan kami P. Diky yang sempat kami ngobrol dan di ajak sarapan : 
 
Situsi perjalanan menuju Garut yang berupa pegunungan :
Sampailah Garut ( Sukaregang - pasar kulit ) : 


Setelah selesai di sukaregang, kami lalu ke ujung jl. raya sukaregang bunderan belok kiri melanjutkan pulang ke Sukabumi. Perjalanan dengan tujuan " Situ Bagendit " belum terpenuhi karena waktu dan kondisi. Ke Situ Bagendit di tempuh via jalur selatan garut terlalu jauh ( lebih dekat via kota Nagrek ).  Dengan mengikuti petunjuk kami menuju Sukabumi. Sampai kembali ke Sukabumi lagi sekitar pukul 19. 10 WIB. Dengan demikian perjalanan Pulang-pergi sejauh 546,2 km sudah kami tempuh selama 2 hari. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Rabu, 29 Desember 2021

 MENYUSURI DAERAH PAJAMPANGAN
CURUG CIKASO-SUKABUMI

      Hari rabu, 29 Desember 2021 merupakan full perjalanan menyusuri daerah pajampangan ( daerah pakidulan kabupaten Sukabumi ). Seperti biasa lawan touring yang seimbang dalam hal membawa motor ( R. Diky Tresnasena, S.Pd., MM ) kami sesuai rencana berangkat pukul 07.00 WIB dengan start di Masjid Cibolang Jalur Sukabumi. Dengan perbekalan seadanya dan kendaraan Yamaha N-Max ( R. Diky T. ) dan Honda Verza ( Saya sendiri ) berangkat dengan via : Cibolang - Cibadak - Bakbakan Palabuhanratu - Loji - Cileutuh - Ciemas ( Via : SMPN 1 Ciemas ) - Sampai Jl. Utama belok kanan : Ciracab ( SMPN 1 Ciracab - SMPN 4 Ciracab ) - Sampai pertigaan ( Kanan : Ujung Genteng dan Kiri : Surade dan Sukabumi ), terus ambil ke kiri ( via : SMPN 1 Surade ) - Sampai pertigaan/POM : Lurus Sukabumi dan Kanan : Tegal buleud -  Ambil kanan ke Tegalbuleud ( Via : SMPN 1 tegal Buleud ) - Melewati " CIDAHU ", terus maka Sampai Desa " Cibitung ", sebelah kanan ( sebelum jembatan ) PINTU MASUK CURUG CIKASO. 
      Di pintu masuk terdapat TPR dan Setelah sampai ke tempat parkir, kita bisa naik perahu ( Rp. 65.000 per-orang ) atau jalan kaki sejauh 500 m. Sembari melihat pemandangan kamipun jalan kaki yang ternyata tidak terlalu jauh dan memang jalannya bekas khusus untuk ke curug berupa tatanan batu jalan setapak. Berikut dokumentasi yang dapat kami ambil :

Dermaga, jika ke curug mau naik perahu

Dermaga, jika ke curug mau naik perahu

Cerita sejarah Curug Cikaso, di pintu masuk jalan setapak menuju curug

Jalan setapak menuju curug

Jalan setapak menuju curug

Sejarah curug, di akhir dermaga tempat turun dari perahu

Kondisi dan situasi curug

Kondisi dan situasi curug
Kondisi dan situasi curug
Kondisi dan situasi curug


      Demikian gaes ,.........   demikian temen-temen wisata ke Curug Cikaso Kabupaten Sukabumi-Jawa Barat. Perjalanan mengelilingi daerah pejampangan ini kami tempuh dari pagi Pukul 07.00 WIB -  Pukul 06.00 waktu magrib, dengan selamat kembali ke rumah. Dengan perjalanan sejauh : 272,8 Km. Tetapi konon katanya jika musim kemarau panjang curug ini tidak ada/kering, tinggal danaunya saja. Jadi jika main ke sini sebaiknya jangan pas kemarau panjang. Terimakasih.

Sabtu, 18 Desember 2021

 SANGHYANG POEK dan SANGHYANG HEULEUT
CIANJUR - JABAR


      Pencanangan tempat wisata di setiap kecamatan, khusunya daerah Jawa barat hampir terwujud. Tetapi dikarenakan adanya wabah pandemi Covid-19 tempat-tempat wisata menjadi sepi dan memang oleh pemerintah di instruksikan di tutup semesntara, supaya wabah Virus Covid-19 dapat di atasi. Akibat hal tersebut maka otomatis dari segi pemeliharaan juga menjadi terbengkelai.  Demikian juga tempat wisata " Sanghyang Poe dan Sanghyang Heuleut ", yang terletak di Cianjur - Jabar ini, tempat-tempat wisata buatan ini menjadi ditumbuhi rumput termasuk saung-saung yang ditinggalkan tuannya, hanya rumput yang tumbuh subur.

      Tepatnya hari Sabtu, 18 Desember 2021 kebetulan libur kerja, saya ( Agus Supranto, S.Pd) bersama rekan ( R. Diky Tresnasena, S.Pd, MM ) yang kebetulan sama-sama suka touring dengan motor, suka berkunjung ke tempat-tempat wisata termasuk  " Sanghyang Poe dan Sanghyang Heuleut ", ini. Kami sesuai kesepakatan berangkat dari Sukabumi pukul kira-kira 07.30  WIB dan sampai ke lokasi kira-kira pukul 11.00 WIB.  Kendaraan ( Motor ) kami parkir di tempat parkir bekas pembuatan untuk mencetak bahan-bahan bangunan cor pembangkit listrik Saguling. Dengan tiket masuk Rp. 20.000,-/orang dan parkir Rp. 5.000,- kami bersama dengan yang lain jalan kaki menuju lokasi. Berikut dokumentasi yang dapat kami ambil :

Turbin Pembangkit Listrik yang ternyata digunakan se-Jawa dab Bali

 
Pipa aliran air dari waduk Saguling


Pos penjagaan loket pintu masuk wisata yang saat kami berkunjung telah dikosongkan


Jalan menuju tempat Wisata

Tempat wisata pertama ( Gua Poek ) - Mulut Gua


Kondisi di dalam Gua di-Foto dengan HP Samsung J5 dengan menggunakan sinar HP. Gua ini dilihat kondisinya alami, karena bentuknya tidak teratus. Dari mulut Gua sampai pintu keluar Gua sekitar 50 m dan situasi di dalam gelap. Didalam Gua tedapat jalan kekanan, katanya bisa keluar juga tetapi harus dengan badan miring, karena agak sempit.


Mulut keluar Gua

Situasi dan kondisi jalan samping Gua Poek, menuju Danau Sanghyang Heuleut


Pos penjagaan yang telah sepi

Kondisi jalan menuju tempat Wisata Sanghyang Heuleut


Wajah Danau Sanghyang Heuleut

Jarak tempat parkir kendaraan ke Danau Sanghyang Heuleut adalah 3 km. Jarak pulang - pergi  dari              ( Sukabumi - Saguling  tempat wisata ini )  berdasarkan spedometer tertera : 136,8 km, dan pukul 17.30 WIB kami sudah kembali ke Sukabumi lagi. Demikian tulisan ini kami buat mudah-mudahan menjadi kenangan dan bermanfaat. Aamiin

Sabtu, 11 Desember 2021

 SEPUTAR KAMPUNG ASIA AFRIKA
KAMPUNG EROPA DAN BONBIN LEMBANG

Bonbin Lembang
      Sabtu, 11 Desember 2021 suatu keadaan yang tidak terencana secara matang, akan tetapi mendadak sekali kami ( AS dan Rd ) mengunjungi 3 tempat wisata sekaligus di kota Bandung Barat ( Bonbin Lembang, Kampung Eropa dan Kampung Asia Afrika ) karena kebetulan berdekatan. Kami berangkat dari rumah pukul 07.00 WIB. Arah tempat tersebut dapat kita tempuh melalui : sebelum tol padalarang belok kiri kira-kira 2 km, sampai pertigaan belok kanan via di bawah jembatan layang. Ikuti jalan ini terus maka suatu saat sebelah kanan akan sampai Bonbin lembang. Harga tiket masuk : hari biasa ( Rp. 40.000/orang ) dan hari sabtu-minggu ( Rp. 60.000 ), bonus stiker " Lembang Park and Zoo". 



Kampung Eropa - Kampung Asia Afrika
      Apabila dari  Bonbin Lembang perjalanan kita teruskan sampai habis jalan pada pertigaan belok kanan, maka sampailah Kampung eropa ( sebelah kiri ) dan Kampung Asia Afrika ( sebelah kanan ). Harga tiket kampung Eropa Rp. 30.000/orang dengan kupon dapat di tukar susu strawberry. Sedangkan harga tiket kampung Asia Afrika Rp. 50.000/orang. Jadi antara 2 tempat wisata tersebut hanya dipisahkan oleh jalan raya, pa seberang-seberang. Berikut dokumentasi yang dapat kami dapat :











Alhamdulillah perjalanan sejauh 200 km lebih dapat kami tempuh pp ( pulang-pergi ) sebelum magrib sudah berada di rumah kembali. Hoby memelihara suasan hati memang suka dilakukan oleh kebanyakan orang, termasuk touring ini. 
Demikian tulisan ini saya buat untuk menjadi kenangan dan mudah-mudahan bermanfaat. Aamiin.