MUDIK

MUDIK
SUKABUMI - YOGYAKARTA

Selasa, 26 Februari 2019

RPP Aritmatika SMPN 1 Kadudampit


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Nama Sekolah                                                : SMP Negeri 1 kadudampit
Mata Pelajaran                                               : Matematika
Kelas/Semester                                               : VII/ 2
Materi                                                            : Aritmatika sosial
Jumlah Pertemuan seluruhnya                       : 4 pertemuan
Alokasi Waktu  seluruhnya                            : 10 jam @ 40 menit 

Kompetensi Inti                                       : 
KI 1
:
Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI 2
:
Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotongroyong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
KI 3
:
Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
KI 4
:
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
A.     Kompetensi Dasar:
2.1 Memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, dan ketertarikan pada matematika sertarasa percya pada daya dan kegunaan matematika, yang terbentukmelalui pengalaman belajar
B.      IndikatorPencapaian Kompetensi
Siswa mampu:
1.     menunjukkan rasa ingin tahu dalam melakukan penyelidikan tentang aritmatika social.
2.     bertanggungjawab dalam kelompok belajarnya.
3.     mengidentifikasi unsur-unsur aritmatika sosial.
4.     melakukan operasi aritmatika sosial .
5.     membuat model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan aritmatika social.
6.     menyelesaikan model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan aritmatika social.
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui pengamatan, tanya jawab, penugasan individu dan kelompok, diskusi kelompok,  siswa dapat: mengembangkan rasa ingin tahu dan tanggungjawab kelompok dalam:
Pertemuan-1( 2 × 40 menit)
1.     menunjukkan ingin tahu selama mengikuti proses pembelajaran
2.     bertanggungjawab terhadap kelompoknya dalam menyelesaikan tugas
3.     mengidentifikasi unsur-unsur aritmatika sosial yang melibatkan peristiwa sehari-hari;
4.     mengidentifikasi unsur-unsur aritmatika sosial yang melibatkan konsep matematika;
Pertemuan-2 ( 3 × 40 menit)
1.     menunjukkan ingin tahu selama proses pembelajaran
2.     bertanggung jawab terhadap kelompoknya dalam menyelesaikan tugas
3.     menunjukkan berpikir kritis dan berpikir kreatif;
4.      menemukan ilmu pengetahuan daripemecahan masalah nyata;
5.      mengajak untuk melakukan penelitiandasar dalam membangun konsep;
Pertemuan-3( 2 × 40 menit)
1.     menunjukkan ingin tahu selama proses pembelajaran
2.     bertanggungjawab dalam kelompoknya dalam menyelesaikan tugas
3.     dilatih bekerjasama dalam tim untukmenemukan solusi permasalahan;
4.     mengajukan ide-ide secara bebasdan terbuka;
5.     Mengetahui manfaat aritmatika sosial dalamkehidupan sehari-hari
Pertemuan-4( 3 × 40 menit)
Ulangan harian dan Pembahasan.

D.      Materi Ajar Pertemuan Ke-1: 
Siswa SMP/MTs mempelajari aritmatika sosial untuk pertama kali adalah pada Kompetensi Dasar (KD) ini. KD ini dipelajari dalam beberapa kali pertemuan. Ada beberapa tahapan kemampuan berurutan yang harus dilalui siswa dalam mempelajari KD ini, yaitu:
1.     mengidentifikasi unsur-unsur aritmatika sosial.
2.     melakukan operasi aritmatika sosial(penjualan dan pembelian ).
3.     Menyelesaikan persamaan untung dan rugi
4.     Mengenali perbedaan diskon, pajak, bruto, netto, dan tara.
Kemampuan-kemampuan tersebut berhubungan hirarkis, sehingga tahapan nomor-1 harus ditempuh sebelum mempelajari tahapan nomor 2, tahapan nomor 2 harus ditempuh sebelum mempelajari tahapan nomor 3, dan seterusnya.
RPP ini adalah rancangan pembelajaran yang terkait tahapan nomor 1.
Materi ajar yang dipelajari siswa selama pertemuan pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan  RPP ini adalah: Pengertian aritmatika sosial, nilai atau harga suatu barang, penjualan, pembelian, dan pembagiannya.
Nilai atau harga suatu barang
Pernahkah kamu mendengar kata uang?, tentu hal ini tidak asing bagi kehidupan kita. Uang jugamerupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari baik individu maupun kelompok. Materi matematika yang menyangkut kehidupan sosial, terutama penggunaan mata uang dikenal dengan nama “Aritmetika Sosial”. Dalam masyarakat modern, kehidupan manusia sangat dekat dengan penggunaan uang. Hampir setiap aktivitas berkaitan dengan penggunaan uang, baik digunakan dalam rangka memenuhi kebutuhan rumah tangga, kegiatan usaha perorangan dan badan maupun dalam bidang pemerintahan. Uang juga menjadi penentu nilai dari suatu barang, Jadi apa sebenarnya uang? Apa fungsi uang tersebut?
C.
Contoh-1:
Beni berkeinginan membeli sebuah pulpen dan 5 buah buku tulis yang ada di sebuah toko buku, tapi dia ragu dan malu apakah uangnya cukup untuk membeli pulpen dan buku tersebut. Uang yang ada di saku Beni hanyalah Rp 20.000,00. Karena keraguannya kemudian dia memperhatikan orang yang membeli jenis pulpen dan buku yang dia inginkan. Dia
memperhatikan ada seorang pembeli membeli 5 buah pulpen dan dibayar orang tersebut pada kasir sebesar Rp 25.000,00. Beberapa waktu kemudian dia memperhatikan seseorang membeli sebuah buku dan membayar kepada kasir sebesar Rp 5.000,00. Berilah saran kepada Beni untuk memutuskan apa yang harus dilakukannya!
Berdasarkan ilustrasi di atas diperoleh informasi bahwa harga 5 buah pulpen adalah Rp 25.000,00. Misalkan p adalah harga 1 buah pulpen, maka:
5 p = 25.000
p = 25 000/5
p = 5.000.
Berarti harga 1 buah pulpen adalah Rp 5.000,00.
Berdasarkan ilustrasi di atas diperoleh informasi bahwa harga satu buah buku adalah Rp 5.000,00.
Misalkan b adalah harga 1 buah buku, berarti untuk membeli 5 buah buku dibutuhkan uang sebesar:
5b = 5 × 5.000,- = Rp 25.000,-
Uang yang dimiliki Beni sebesar Rp 20.000,00. Jika Beni menginginkan membeli satu buah pulpen danlima buah buku, maka dia harus mengeluarkan uang sebesar:
1 p + 5 b = 1(5.000) + 5 (5.000)
              = 5.000 + 25.000
             = 30.000
Berarti uang yang dimiliki Beni tidak cukup untuk membeli sebuah pulpen dan 5 buah buku, karena uang Beni hanya tersedia Rp 20.000,-Artinya Beni harus menabung uangnya lagi sampai bertambah sebesar Rp 10.000,00 agar dia dapat membeli sebuah pulpen dan lima buah buku atau sebaiknya dia membeli sebuah pulpen dan 3 buah buku agar dia dapat membeli keperluannya tersebut.

Harga Penjualan, pembelian, Untung dan Rugi
Pak Sardi seorang pedagang buah jeruk musiman di Berastagi. Ia akan berdagang ketika harga barang yang akan dibelinya murah, misalnya ketika musim panen besar tiba. Pada saat panen besar buah jeruk di Berastagi, Pak Sardi membeli lima keranjang jeruk dengan harga keseluruhan Rp 125.000,00. Tiap keranjang berisi 10 kg buah. Biaya transportasi yang dikeluarkan sebesar Rp 25.000,00. Agar penjualan buah jeruk tidak rugi, Pak Sardi akan menetapkan harga jual 1 kg jeruk. Tetapi dia kesulitan menetapkannya, namun anaknya mengusulkan menjual 1 kg jeruk dengan harga Rp 2.750,00. Dari harga yang diusulkan anaknya, ternyata setelah dihitung,
Pak Sardi mengalami kerugian. Benarkah Pak Sardi mengalami kerugian? Bagaimana cara kamu menghitung bahwa Pak Sardi mengalami rugi? Jika benar Pak Sardi mengalami kerugian, berapa?
Pak Sardi membeli lima keranjang jeruk dengan harga keseluruhan Rp125.000,00.
Setiap keranjang berisi 10 kg buah.
Biaya transportasi yang dikeluarkan sebesar Rp 25.000,00.
a. Apakah Pak Sardi mengalami kerugian?
b. Bagaimana menghitung besar kerugiannya?
c. Jika benar Pak Sardi mengalami kerugian, berapa kerugiannya?

Jawaban :
a) Menentukan apakah Pak Sardi Mengalami kerugian atau tidak.
             5 keranjang jeruk masing-masing berisi 10 kg, maka 5 keranjang jeruk beratnya adalah
             10 kg + 10 kg + 10 kg +10 kg +10 kg = 50 kg
             Jadi banyaknya jeruk yang terjual adalah 50 kg.
Biaya pembelian 5 keranjang jeruk adalah Rp 125.000,00 Biaya transportasi yang dikeluarkan adalah Rp.25.000,00.
Jadi biaya yang dikeluarkan Pak Sardi untuk usaha penjualan buah jeruk adalah
 Rp 125.000,00 + Rp 25.000,00 = Rp 150.000,00
Harga penjualan jeruk tiap 1 kg adalah Rp 2.750,00
Harga penjualan jeruk sebanyak 50 kg adalah 50 × 2.750 = 137.500,00
Jadi harga penjualan 50 kg jeruk adalah Rp 137.500,00.
Berarti harga pembelian (Rp 150.000,00) lebih dari harga penjualan (Rp 137.500,00).
Dengandemikian pak Sardi mengalami kerugian.

b) Menentukan besar kerugian yang dialami Pak Sardi Diketahui dari pertanyaan butir (a)
Harga bersih pembelian buah jeruk sebanyak 50 kg adalah Rp150.000,00
Harga penjualan jeruk 50 kg pada hari itu sebesar Rp 137.500,00
Rugi = Harga pembelian – Harga penjualan
= 150.000 – 137.500 = 12.500
c) Jadi Pak Sardi mengalami kerugian sebesar Rp 12.500,00
   kesimpulan : dikatakan bahwa penjual untung jika harga penjualan lebih besar dibanding harga pembelian, sedangkan penjual dikatakan rugi jika harga pembelian lebih besar dibanding harga penjual.
Berdasarkan rumus keuntungan:
Untung = harga jual – harga beli (harga jual > harga beli)
Harga jual = harga beli + untung
Harga beli = harga jual – untung
Besar kerugian dirumuskan
Rugi = harga beli – harga jual
Harga jual = harga beli + rugi
Harga beli = harga jual – rugi
Persentase untung rugi
Paman membeli sebuah sepeda dengan harga Rp750.000,00. Keesokan harinya, Paman menjual
sepeda tersebut seharga Rp 500.000,00 karena butuh uang mendesak. Apakah Paman mengalami
keuntungan atau kerugian dari penjualan sepeda tersebut? Hitunglah besar persentase keuntungan
atau kerugian yang dialami Paman!
Harga pembelian sepeda = Rp 750.000,00.
Harga jual sepeda = Rp 500.000,00.
Dalam kasus ini, harga jual kurang dari harga pembelian sepeda.
Selisih harga pembelian dengan penjualan sepeda = 750.000 –500.000 = 250.000
Karena harga pembelian lebih dari harga penjualan, maka paman mengalami kerugian sebesar
Rp 250.000,00.
Persentase kerugian paman
= Biaya kerugian/Biaya pembelian ×100%
= 250 000 /750 000 X 100%
 =1/3×100%
= 33,33%
Kesimpulan :
Persentase keuntungan = Untung/ Biaya Pembelian ×100%
Persentase kerugian = Besar kerugian /Biaya Pembelian ×100%



Diskon, Pajak, Bruto, Tara dan Netto
Contoh 1
Pak Ali seorang pedagang beras, sebelum beras dikeluarkan      
dari karung, beras dan karungnya ditimbang ternyata beratnya 60 kg. Berat beras dan karung itu dinamai bruto. Setelah beras dikeluarkan dari karungnya, beras ditimbang beratnya 59,5 kg. Berat beras 59,5 kg itu dinamai netto. Kemudian karung ditimbang juga diketahui beratnya 0,5 kg. Berat karung 0,5 kg itu dinamai Tara.

Contoh 2
Di supermarket “INDOSATU” ibu membeli 1 kotak susu. Pada kotak susu tersebut tertulis netto 1000gram. Setelah susu dikeluarkan dari kotaknya, kemudian kotaknya ditimbang beratnya 1,5% dari berat 1 kotak susu. Berat kotak susu disebut tara dalam persen. Dari netto dan taranya, ibu menyimpulkan bahwa   berat susu dan kotaknya 1015 gr. Berat susu dan kotaknya itu disebut bruto.

Contoh 3
Diketahui:
Uang Iwan (Modal) sebesar Rp 65.000,00.
Harga jam tangan seharga Rp 75.000,00.
Jawab:
Diskon = Persen diskon × harga barang
Diskon 10 %
Diskon = 10/100×75.000 = Rp 7.500
Harga setelah diberi diskon = 75.000 – 7.500 = Rp 67.500,00.
Pajak (Rp) = Persen Pajak × Harga Barang
Pajak 5%
Pajak =5/100×67.500= Rp 3.375
Harga yang harus dibayar       = Harga Barang + Pajak
= 67.500 + 3.375
= 70.875
harga jam tangannya adalah Rp 70.850,00, artinya uang Iwan tidak cukup untuk membeli arloji

kesimpulan :
Bruto atau sering disebut berat kotor adalah berat suatu barang dengan kemasannya/tempatnya.
Netto atau sering disebut berat bersih adalah berat suatu barang tanpa kemasan/tempatnya.
Tara adalah berat kemasan/tempat suatu barang.
Diskon adalah potongan harga suatu barang yang diberikan penjual kepada pembeli, nilai diskon
biasanya diberi dalam bentuk persen (%). Misalkan diskon suatu barang adalah a %, maka nilai diskon adalah Nilai diskon (dalam satuan harga) =a/100 × harga sebelum diskon.

Bunga Bank

Pada tanggal 2 Desember 2012 Nurwahid menabung di Bank sebesar Rp 500.000,00 dengan bungatunggal 10 % per tahun. Enam bulan kemudian, dia ingin mengambil tabungannya untuk membeli sepeda seharga Rp 600.000,00 tapi Nurwahid khawatir tabungannya tidak cukup untuk membeli sepeda tersebut. Apa yang sebaiknya dilakukan Nurwahid? Apakah dia mampu membeli sepeda itu, atau haruskah dia menunggu beberapa bulan lagi? Tuliskan Cara kamu menentukan berapa uang Nurwahid setelah 6 bulan menabung?
Uang Nurwahid (Modal) sebesar Rp 500.000,00.
Harga sebuah sepeda Rp 600.000,00
Bunga tunggal 10%.
Jawab:
Bunga = 6/12 X 10/100 X 500.000 = 25.000
Uang Nurwahid selama enam bulan adalah:
Uang Nurwahid = tabungan + bunga
= 500.000 + 25.000
= 525.000
Jadi uang Nurwahid selama enam bulan adalah sebesar Rp 525.000,00. Karena harga sepeda Rp 600.000,00 maka uang Nurwahid belum cukup untuk membeli sepeda. Nurwahid sebaiknya menunggu minimal satu tahun enam bulan lagi karena setiap enam bulan Nurwahid mendapat tambahan uang sebesar Rp 25.000,00. Jadi, jika Nurwahid menunggu dua tahun lagi maka dia akan dapat membeli sepeda seharga Rp 600.000,00.

Kesimpulan :

Bunga tunggal adalah bunga uang yang diperoleh pada setiap akhir jangka waktu tertentu yang
tidak mempengaruhi besarnya modal.
Modal dalam hal ini besarnya tetap dan tidak berubah. Besarnya bunga berbanding senilai dengan persentase dan lama waktunya dan dihitung berbanding senilai pula dengan besarnya modal.
Jika modal sebesar M ditabung dengan bunga b % setahun, maka besarnya bunga tunggal (B)
dirumuskan sebagai berikut.
a. Setelah t tahun, besarnya bunga: B = m X b/100 X t
b. Setelah t bulan, besarnya bunga: B = m X b/100 X t/12
c. Setelah t hari (satu tahun adalah 365 hari), besarnya bunga:B = m X b/100 X t/365

E.       Daftar Bacaan
Winarti, Atik, dkk. Matematika Pusat Perbukuan, DEPDIKNAS 2008
Nurhani, Dewi, dkk. Matematika Konsep dan Aplikasinya, Pusat Perbukuan DEPDIKNAS, 2008
Rosida, Dama, Penunjang Belajar Matematika, Pusat Perbukuan Depdiknas, 2009

F.       Metode Pembelajaran Pertemuan Ke-1
Pengamatan, tanya-jawab, penugasan individu dan kelompok, dan diskusi kelompok.

G.      Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Ke-1
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Waktu
Penda-huluan
1.       Guru memberi salam dan mengajak siswa berdoa;
2.       Guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa serta berdoa;
3.       Siswa mendengarkan dan menanggapi cerita guru tentang manfaat belajar aritmatika sosial dalam kehidupan sehari-hari;
4.       Guru mengkomunikasikan tujuan belajar dan hasil belajar yang diharapkan akan dicapai siswa;
5.       Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh (pengamatan dan demonstrasi disertai tanya jawab, latihan individu dilanjutkan kelompok, pembahasan latihan secara klasikal, latihan berpasangan, pembahasan secara klasikal, pemajangan hasil latihan)
6.       Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab
15 menit
Inti
1.     Siswa mengamati, mencermati dan menjawab pertanyaan terkait contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan aritmatika sosial.
2.     Siswa menganalisis, menalar,  mencoba dan menyimpulkan pengertian dari aritmatika sosial berdasarkan hasil pengamatan dan tanya-jawab pada sajian contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan aritmatika sosial.
3.     Secara individu siswa menyelesaikan tugas Latihan-1 tentang menyusun dan mengidentifikasi unsur-unsur aritmatika sosial yang melibatkan peristiwa sehari-hari dan konsep matematika;
4.     Secara kelompok, siswa berdiskusi membahas hasil tugas Latihan-1. Anggota  kelompok saling memeriksa, mengoreksi dan memberikan masukan;
5.     Beberapa siswa wakil kelompok (minimal tiga orang) melaporkan hasil penyelesaian Latihan-1. Siswa tersebut ditunjuk secara acak oleh guru;
6.     Siswa dan guru membahas hasil penyelesaian Latihan-1. Guru memberikan umpan balik;
7.     Secara berpasangan siswa menyelesaikan Latihan-2 tentang menyusun dan mengidentifikasi unsur-unsur aritmatika sosial yang melibatkan peristiwa sehari-hari dan konsep matematika;
8.     Siswa dan guru membahas hasilan Latihan-2. Guru memberi umpan balik. Hasil Latihan-2 dipajang di tempat pajangan hasil karya.
60 menit
Penutup
1.       Siswa dan guru merangkum isi pembelajaran yaitu tentang pengertian aritmatika social.
2.       Siswa melakukan refleksi dengan dipandu oleh Guru;
3.       Guru memberi pekerjaan rumah;
4.       Guru menginformasikan garis besar isi kegiatan pada pertemuan berikutnya, yaitu mengerjakan kuis tentang mengidentifikasi unsur-unsur aritmatika sosial.
5 menit

H.      Penilaian Pertemuan Ke-1
1.     Prosedur Penilaian:
No
Aspek yang dinilai
Teknik Penilaian
Waktu Penilaian
1
Rasa ingin tahu
Pengamatan
Kegiatan inti nomor 1, 2, 6, 8
2
Tanggungjawab dalam kelompok
Pengamatan
Kegiatan inti nomor 3, 4, 5, 7
3
Pengetahuan dan keterampilan matematika
Kuis
Awal pertemuan ke-2
Portofolio Hasil Latihan-2
Akhir pertemuan ke-1


2.     Instrumen penilaian:
KUIS  (Waktu: maksimal 10 menit)
Petunjuk:
1.     Kerjakan soal berikut secara individu, tidak boleh menyontek dan tidak boleh bekerjasama.
2.     Pilihlah jawaban soal kemudian jawablah pertanyaan/perintah di bawahnya.
Soal:
Pak Ahmad mempunyai beberapa jenis burung. Selain merupakan kegemarannya, ternyata pak Ahmad juga berusaha di bidang jual beli burung-burung tersebut. Harga satu ekor burung yang dibeli Pak Ahmad adalah Rp 100.000,00. Pada suatu saat seseorang membeli 10 ekor burung perkutut, dan 5 ekor burung Balam pak Ahmad.
a.berapa modal yang dikeluarkan pak ahmad?
b. Dari hasil penjualan tersebut, pak Ahmad memperoleh uang sebesar Rp 1.800.000,00, dan mengatakan kalau ia memperoleh keuntungan 20%. Jelaskan dari mana Pak Ahmad mengatakan dapat keuntungan 20% tersebut!

Kunci Jawaban:
Pedoman Penilaian:
No Soal
Aspek Penilaian
Rubrik Penilaian
Skor
Skor Maksimal
a.         
Pilihan jawaban
Benar
10
25
Salah
3
Tidak ada pilihan jawaban
0
Alasan jawaban
Benar
15
Sebagian besar benar
10
Sebagian kecil benar
5
Tidak ada alasan jawaban
0
b.         
Jawaban
Benar
10
20
Salah
3
Tidak ada jawaban
0
Alasan jawaban
Seluruhnya benar
10
Sebagian besar benar
7
Sebagian kecil benar
3
Tidak ada alasan jawaban
0

Skor maksimal =
Skor minimal =
-
45
0


LEMBAR PENGAMATAN PERKEMBANGAN SIKAP
Mata Pelajaran      : Matematika
Kelas/Semester      : VII/2
Tahun Pelajaran   : 2018/2019
Waktu Pengamatan              : ..........................................................................
Kompetensi Dasar                :  Nomor  2.2, 3.3, 4.2
Sikap yang dikembangkan dalam proses pembelajaran adalah rasa ingin tahu dan tanggung jawab dalam kelompok.
Indikator perkembangan sikap INGIN TAHU
1.        Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk mencoba atau bertanya atau acuh tak acuh (tidak mau tahu) dalam proses pembelajaran
2.        Baik jika menunjukkan sudah ada  usaha untuk mencoba atau bertanya dalam proses pembelajaran tetapi masih belum ajeg/konsisten 
3.        Sangat baik jika menunjukkan adanya  usaha untuk mencoba atau bertanya dalam proses pembelajaran secara terus menerus dan ajeg/konsisten
Indikator perkembangan sikap TANGGUNGJAWAB (dalam kelompok)
1.        Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam melaksanakan tugas kelompok
2.        Baik jika menunjukkan sudah ada  usaha ambil bagian dalam melaksanakan tugas-tugas kelompok  tetapi belum ajeg/konsisten
3.        Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian  dalam menyelesaikan tugas kelompok  secara terus menerus dan ajeg/konsisten
Bubuhkan tanda V pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
NO
Nama
Rasa ingin tahu
Tanggungjawab
SB
B
KB
SB
B
KB
1







2







3































...







32







SB = sangat baik    B = baik        KB = kurang baik                                                                                              
c.      Sumber Belajar Pertemuan Ke-1
1.        Bahan informasi tentang pengertian dan manfaat belajar Aljabar;
2.        Daftar pertanyaan untuk apersepsi;
3.        Contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan unsur-unsur bentuk Aljabar;
4.        Bahan latihan-1;
5.        Bahan latihan-2;
6.        Bahan pekerjaan rumah;
7.        Buku Siswa Mata Pelajaran Matematika Jilid VII.



Mengetahui
Kepala SMPN 1 Kadudampit,



H. Mahbub Juaeni, S.Pd., M.Pd
NIP. 19600810 198203 1 010


Kadudampit,   ........ Juli  2018

Guru Mata Pelajaran Matematika,



Agus Supranto, S.Pd
NIP. 19680802 200012 1 004


Jumat, 09 Februari 2018

IBUNDA JAYENG TARYONO
BANTUL - YOGYAKARTA


Hari ini sabtu, 10 Pebruari 2018 kami keluarga besar trah Jayeng Taryono semua adik-kakak semua semakin sayang kepada ibunda ( Jayeng Taryono / Sulasih ) yang hanya tinggal sendiri di rumah. Kami merasa kasihan karena kondisi kami semua yang sudah berkeluarga ( apalagi kami : Riwantara-saya sendiri-Aris wibawa ) yang tinggal jauh dari tanah kelahiran, tidak dapat seperti saudara yang lain sering menengok ( mungkin hanya kalau libur semester/libur panjang saja ). Kami hanya dapat memantau via WA Group Jayeng Taryono atau via telpon  saja dapat melihat, mendengar kabar Ibunda yang hidup sebatang kara di rumah. Hanya kedekatan dengan tetangga sekitar baliau dapat bercanda, ngobrol , dll. Sehat terus ya bu,...... kami akan selalu mendo'akanmu 

Ibu lahir tgl. 14 April 1942 ( Sumber ; kartu C.1 ) jadi sampai bulan Pebruari 2018 ini beliau sudah berumur 76 tahun, sudah sepuh ya Allah. Ya Allah tetap sehatkanlah dan kabulkanlah keinginannya yang ingin menjalankan ibadah haji ( menurut jadwal tahun 2018 ini ),.... Amiiin YRA.

Ayahanda tercinta Bpk. Jayeng Hadi Taryono ( alm. ) lahir 1 juni 1936 ( sumber : kartu C.1 ). Jadi ya Allah tak terasa beliau ibunda sudah menjanda sampai Pebruari 2018 ini berarti sekitar 8 tahun oleh ayahanda tercinta Jayeng hadi taryono ( alm. ). Ayahnda meninggal pada selasa, 29 Juni 2010 jadi pada usia 74 tahun ayahanda meninggalkan kami semua. Ya Allah, ...... ampunilah dosa-dosanya, lancarkanlah jalannya, temukanlah dengan orang2 yang dicintainya, lapangkan alam kuburnya, dan tempatkan dia di surga ya Allah kami semua mendo'akanmu,..... Amiiin.

Foto-foto berikut akan mengenang kami semua dan buat kami semua dapat akan selalu ingat, selalu mencintai dsan menyayangi. Ya Allah selalu lingdungi mereka dari hal-hal yang tidak kami inginkah, selalu sehatkanlah ya Allah mereka semua.

Ibunda Sulasih dan Mas Sudarmanto


Dari kiri : Pak Tris - Bu Tri - Bu Mar - Bu Sulasih



Dari kiri : Beni - Dek Sasmita - Ibunda Sulasih ( Ibu Jayeng )


Dari kiri : Suhendar-Janis-Mas Agus-Deana-Ibu Jayeng-Suharyati-Fanny-Meidina-Jujun Ratnasari


Selasa, 23 Januari 2018

TATA TERTIB TENAGA PTK
SMPN 1 KADUDAMPIT





DAFTAR NAMA TENAGA PTK
SMPN 1 KADUDAMPIT






KRU KOMITE SEKOLAH



Selasa, 16 Januari 2018

Selfi Dulu - Desember 2017

Bulan desember 2017 merupakan moment yang layak diabadikan, karena bulan tersebut bulan terakhir di tahun 2017. Artinya mengingatkan kita bahwa sudah bertambah usia kalender kehidupan.  Tepatnya habis pulang mudik menengok orang-tua walaupun tinggal se-orang ( Ibu - Sulasih ), kami sangat senang beliau sehat dan masih semangat, walaupun kondisi sudah sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Berikiut hasil moment peng-abadian keluarga tercinta :

1. Dari kiri : Fanny putriasya/Kaka-Suharyati ( Ibu )-Agus supranto ( Ayah ) - Deana putriasya/Dede



2. Fanny dan Deana



Tempat yang baru dan sangat berkesan di acara mudik libur semester 1 tahun ajaran 2017-2018 bulan desember 2017 : Yogya bay dan tebing breksi. Semoga menjadi tempat yang selalu ramai dikunjungi.

------- Amiiin -----





Kamis, 11 Januari 2018

LIBURAN PLUS MUDIK 

Liburan tentunya merupakan acara yang sangat dinantikan semua orang, apalagi sebagain masyarakat yang memang hidup jauh dari tanah kelahirannya. Seperti hanya kami sekeluarga bulan ( 24-24-25-26-27 ) Desember 2017 melaksanakan acara rutin liburan ke kota Yogyakarta sekaligus menjenguk orang tua yang alhamdulillah masih satutunya ( Ibu ) tetep sehat, walapun sudah banyak perbedaan segalanya karena usia. Liburan pada akhir Desember 2017 ini sangat special karena adik ipar ( Suhendar syarief sekeluarga ) menyusul dan berkenan menginap di rumah walaupun cuma 2 malam. Sehingga liburan kali ini kami setiap harinya tidak pernah di rumah ibu kergan, akan tetapi menggunakan waktunya untuk mengunjungi berbagai tempat wisata menemani adik ipar. Tempat-tempat wisata yang kami kunmjungi adalah sebagai-berikut :

1. Borobudur


Sudah terlalu lama dan banyak perubahan insfratruktur mungkin berangkat kami sempat nyasar sampai ring-road yogya kembali dalam melalukan perjalanan ke Borobudur, walaupun akhirnya ketemu juga. Kami ( Agus/Ayah-Suharyati/Ibu-Fanny P.-DeanaP. ) dan Keluarga Henda ( Bi Yuyun-Dina-Janis ) sampailah ke Candi Borobudur kira-kira pukul 14.00. 
Pulang Pukul 16.00 berniat mampir/melewati saja ke Malioboro, tetapi gagal karena tidak hapal jalan di pusat kotanya dan macet kesana-kemari, akhirnya langsung pulang dan ke-esokan harinya baru melanjutkan ke Malioboro.


Hampir seharian kami di Malioboro, dari pagi sampai sore jalan-jalan seputar Malioboro, sehingga sempat Sholat Dhuhur di masjid Gubernuran di komplek pusat kota Malioboro. Kembali ke Bantul pukul kira-kira 15.00 mampir ke Alun-alun Paseban Bantul dengan berbagai atraksi permainan anak-anaknya sehunga sempat Sholat magrib di Masjid Paseban Bantul.

2. Pantai Selatan Bantul

Hampir tiap pagi kami menikmati pantai selatan bantul, karena rumah leluhur kami dekat dengan pantai selatan kira-kira 3 km. banyak tempat wisata baru di pantai selatan : Samas ( unggulan : terminal yang mulai usang )-Goa cemara ( unggulan : tempat renang dan pasar )- P. Baru Kuwaru - P. Baru ( unggulan : Mobil ATV dengan sewa Rp. 40.000 selama 15 menit, kira-kira 4 putaran ). Murah dan menarik bukan,..... hayo sedulur kunjungi pantai selatan yang makin ngetooooooop....! dengan tambak udang, kebun bunga matahari dan kebun buah naganya.

3. Yogya Bay

Info dari adik ( Aris Wobowo dan keluarga ) yang waktu itu ikut mudik juga, ternyata do Yogya ada tempat wisata baru yaitu YOGYA BAY. Tempat ini berlokasi di sebelah STADION Maguwoharjo Babarsari Sleman.  Jadi dari Bantul ke arah solo lewat Jalan layang - lalu belok ke kiri. Merupakan tempat mainan khusus wahana-wahana air yang konon katanya terbesar se-Asia,..... Wahhhhhhh Muaaaannntap. Dengan biaya masuk Rp. 125.000,00 per orang kamipun dengan dua keluarga masuk dan mencoba berbagai maianan yang ada di sana : Laut mini buatan dengan ombak buatannya yang nyala setiap 30 sekali- Srodotan karpet - Water Boom biru yang luar biasa - Water Boom Merah yang sangat luar biasa. Walaupun tidak semua sempat kami kunjungi kami sangat puas.

3. Tebiung Breksi


Tebung Breksi, lokasinya dari Bantu ke arah Solo tepat candi Prambanan Belok ke Kanan. tempat ini juga baru bagi kami. Sewaktu kami ke sana tempat ini ternyata sudah penuh orang dengan kendaraan roda 4 dari berbagai daerah. Tempat ini indah, dengan hiburan Band yang selalu mengumandang, mobil ofroadnya dan motor ofroadnya. 



Minggu, 03 Desember 2017

ADMINISTRASI GURU YANG HARUS DIPENUHI
DALAM KURIKULUM 2013

A. Buku kerja I
1. SKL, KI, dan KD
2. Silabus
3. RPP
4. KKM

B. Buku kerja II

1. Kode etik guru
2. Ikrar guru
3. Pembiasaan guru
4. Kalender pendidikan
5. Alokasi waktu
6. Prota
7. Promes
8. Jurnal agenda guru
9. Tata tertib guru

C. Buku kerja III

1. Daftar hadir siswa
2. Daftar nilai
3. Penilaian Akhlak/kepribadian-Jurnal
4. Analisi PH
5. Program remedial dan pengayaan
6. Daftar buku guru/siswa
7. Jadwal mengajar
8. Daya serap siswa
9. Kumpulan kisi-kisi dan soal
10. Kumpulan soal
11. Analisis butir soal
12. Perbaikan soal

D. Buku kerja IV

1. Daftar evaluasi diri kerja guru ( Evadir )
2. program tindak lanjut kerja guru

Sumber : http;/www.guru-id.com/2016/06/perubahan-kurikulum-2013-tahun-2016.html#ixzz4mxTeNYSq

Selasa, 28 November 2017

PERMASALAHAN/KENDALA DI SEKOLAH
TERKAIT MAPEL MATEMATIKA

Permasalahan pembelajaran matematika yang berkaitan dengan :

1. Guru
Banyak hal lain yang mengganngu, misalnya :
a. Administrasi guru yang harus dilengkapi terlalu banyak
b. Banyak hal lain yang harus dikerjakann guru terkait nasib guru, misal tentang : MGMP, PKB, 
UKG dan menyusun DUPAK / Berkas kenaikan pangkat ( yang sangat banyak sekali syaratnya yang harus dipenuhi ), syarat peneriamaan TPG yang semakin lama diperketat. Semuannya itu bertujuan baik, tetapi kenyatannya, semuanya ini menjadi PR yang keras bagi guru, sehingga guru menjadi tidak fokus dalam menjalankan tugas ( mendidik dan mengajar ), karena terkait dengan pendapatan, gaji dan tunjangan.

2. Siswa
Begitu sulitnya menkondisikan agar timbul motivasi/keinginan/kesadaran ikhlas agar belajar dengan sungguh-sungguh dan tekun ( walaupun tidak semuannya /sebagian besar siswa ). Ciri yang menandakan demikian : tugas sebagian besar tidak dikerjakan, catatan tidak lengkap, tanya-jawab tidak lancar,perolehan ulangan sebagian besar tidak memuaskan buku sering ditinggal di sekolah, begitu cepatnya selesainya mengerjakan soal-soal ulangan UAS, Diantara penyebabnya dimungkinkan : 
a. Pendidikan gratis, sehingga tanggung-jawab siswa dan ortu kurang.
b. Kondisi lingkungan keluarga dan  rumah, misal : anak yg kurang didikan ortu karena tinggal tidak sama ortu ( tetapi nenek ) disebabkan ortu yg gagal membina rumah-tangga, sehingga dari sikap dan perilaku sangat mempengaruhi.
c. Kemampuan awal/prasyarat siswa kurang/tidak memadai : misal, OPH bilangan baik bulat atau ganjil sangat rendah padahal seharusnya sudah dipelajari di itngkat pendidikan sebelumnya.
d. Cara pandang siswa : mapel matematika dianggap sebagai mapel yang sulit, jadi sebelum belajar sudah merasakan sulit.

3. Sistem dan kebijakan pendidikan 
Sistem dan kebijakan pendidikan dibuat semua bertujuan baik, tetapi dalam praktek dan kenyataannya tidak sesuai dengan kondisi di lapangan/sekolah. 
Misal : UKG yang bertujuan mengetahui/meningkatkan kualitas kemampuan guru.
Dulu ( th. 2012 ) :Guru langsung di tes saja ( Kemampuan : Pedagogik, Sosial, Keprofesionalan )
GP ( Guru pembelajar/th. 2016 ) : tugas on line ( bisa dimana saja ) - UKG on line bisa dimana saja -paling tepat, biaya murah hanya kuota internette
PKB ( th. 2017 ): Harus tatap muka - tugas2 tatap muka - Ujian ( UKG ) di tempat yg telah ditentukan, hal ini menyita waktu guru harus meninggalkan tugas mengajar.
Misal : sistem belajar tuntas
Dalam sistem belajar tuntas sebaiknya, tidak perlu lagi adanya : UAS ( ganjil dan genap ) dan US, karena siswa dalam belajar dirasa sudah tuntas/lulus dalam mapel. Bila UN masih diperlukan. Dalam belajar tuntas tepatnya diterapkan sistem SKS, dan tak perlu adanya KKM yang dalam prakteknya unsur luar mempengaruhi.
Misal : kelulusan
Sebaiknya kelulusan sepenuhnya pihak sekolah yang menentukan, tetapi kenyatannya tidak demikian. UN sebaiknya hanya dipergunakan untuk mengetahui kualitas sekolah tersebut di tingkat nasional.
Misal : mapel penting ( TIK ) malah dihilangkan, hal ini sama saja pembodohan/penjajahan dalam bidang pendidikan. Dengan TIK yang baik siswa bisa : blog, email, pembelajaran via e-moodle, dan menggali ilmu tanpa batas. 

4. Sapras
Sarpras yang tersedia kurang memadai dan yang dikirim oleh pemerintah terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan.
Misal : sebaiknya di setiap kelas ada papan berpetak dan infokus, hal ini akan memudahkan dalam PBM.
Misal : buku kurikulum 2013 menyediakan buku yang sangat tebal, menyebabkan siswa malas membawa ke sekolah, siswa takut/malas duluan membacanya karena sangat tebal/tidak disajikan secara ringkas.
Misal : tidak tersedianya media setiap topik pembelajaran.



Senin, 20 November 2017

DUFAN dan ODS


Tepatnya hari rabu, 15 Nopember 2017 dikarenakan sebagai wali kelas saya ikut membimbing siswa/i  tour ke Jakarta, setelah hampir 2 tahu saya tidak ikut ke Dufan/Jakarta. Dikarenakan saya menyatakan iku maka saya diberi tugas oleh kesiswaan sebagai penanggung-jawab Bus 2 yang waktiu itu pemberangkatan kelas 9 yang ikut menggunakan 5 Bus. Untuk tahun ini terbanyak siswa yang tidak ikut tour, ± 1 kelas tidak ikut. Saay sebagai wali kelas 9.B yang menyatakan tidak ikut 2 orang.  Pembagaian tugas sbb. :
Bus kumpul di gelanggang jam 03.45 subuh. Setelah sholat subuh di masjid Baiturrahman kami berkumpul dan bersama2 dengan siswa berdo,a terlebih dahulu. Sebelum berangkat saya sbg penanggung-jawab bus oleh panitia ( Bu Neneng ) dititipi kepercayaan yang harus saya sampaikan kepada : Mamat, Melda, Dede, Haiti dan saya sendiri. Bus berangkat ± pukul 05.00 melewati Cipanas – Puncak Cianjur.  Sekita jam 11 siang telah sampai di :


1.       1. ODS ( Ocean Dream Samudra )
Tempat ini letaknya berseberangan dengan Sea World ( saling berhadapan ). ODS menyediakan tempat / Wahana permainan :
Add caption
Add caption














Harga Tiket tertera : Rp. 160.000,00/ orang. Diantara permaian yang ada yang paling diminati adalah : Sinema 4 Dimensi, yang mana pengunjung sampai antri sangat panjang ( dengan kursi goyangnya + kacamata 4 Dimensinya ).
Setelah itu kami dan rombongan ke wahana terdekat yaitu : Pentas scorpin ( semacam drama, dengan permainan kapal motornya yang ekstreem ). Lalu melanjutkan erjalanan ke Dufan.


2.  Dufan
Selesai di ODS kami rombongan ke Dufan. Dikarenakan 1 komplek ( Ancol-Sea world-ODS-Dufan ) maka sekitar 5 menit kami sampai ke Dufan. Harga tiket ke Dufan waktu itu ( Hari biasa = Rp. 200.000,00/orang ) dan ( Sabtu-minggu = Rp. 295.000,00/orang ) berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari petugas. Permaian berbagai macam wahana di Dufan dimulai pukul 14.00 WIB serentak semua wahana, jadi tidak sejak pagi.

            Kami rombongan waktu itu oleh kru bus masing-masing orang diberi  :
·     Kupon untuk ditukarkan makan di KFC 1 kupon masing2 orang. 
·    Tiket 1 lb masing-masing orang, untuk disobek. Sobekan pertama di : ODS dan
    sobekakedua di : Dufan. Jadi kertas sobekan jangan sampai hilang sebelum ke Dufans.

Siswa diberikan waktu bermaian menikmati berbagai wahana permainan sd. pukul 06.00, karena waktu tersebut memang sudah ditutup. Diakhiri dengan sholat magrib di dekat lapangan parkir bus, maka rombongan melanjutkan perjalanan pulang. Dengan melewati : Ciawi - Parungkuda - Cicurug - Cibadak, maka bus sampai di Gelanggang Cisaat kembali pukul 11.00 WIB malam.
Alhamdulillah kami rombongan sampai kembali ke tempat semula ( rumah ) dalam keadaan lancar,, tetep sehat dan terhindar dari hal-hal yang tidak kami inginkan. terima kasih ya Allah atas lindungan-MU. Amiiin.




Selasa, 31 Oktober 2017

CURHATAN WONG NDESO, WONG CILIK, SING RA NGERTI OPO-OPO.

Antara PKB dan GPO/GP.... ?
Apa yang salah dengan GPO/gp ?
Apa kekurangan GPO/gp?
Kenapa GPO/GP, dihilangkan ?
Kenapa harus PKB ?

Itu yang muncul barangkali di benak kita, juga pada benak temen-temen kita sebagai guru. Untuk meningkatkan kualitas guru pernah berjalan adanya guru pembelajaran online ( gpo), yang mana sistem belajarnya bisa dimana saja, guru bisa mengatur sendiri tempat, waktu dan ketersediaan biayanya/pulsa jaringan internet, tanpa meninggalkan tugas utama profesinya sebagai guru. lembaga terkait hanya menyediakan sistem online-nya dan guru pengampu. Yang hal hal ini telah pernah berjalan dengan lancar dan sukses. Bahkan dengan adanya program GP, guru terbiasa dengan jaringan internet/media yang sekarang lagi trend dan digandrungi dunia pendidikan.
Yang menjadi pertanyaan kenapa hal tersebut harus dihapuskan ? Kenapa harus dengan PKB ? Apalagi dengan PKB Mandiri ?
Pembelajannya sama seperti GP yaitu sistem modul. Cuma pelaksanaannya : harus menyediakan tempat/sewa tempat, waktu tertentu bahkan guru harus meninggalkan tugas mengajar, biaya jelas lebih besar/ apalagi PKB mandiri ( bayar fasilitator, sewa tempat, sewa penginapan, biaya akomodasi,beli modul, ...dll ).
Apa yang didapat dari PKB dan GPO/GP ? sama yaitu ilmu, sertifikat, pengalaman ?
Kenapa tidak mengambil jalan yang lebih : praktis - efektif - ekonomis dan lebih dinamis. Mohon maaf, dan terima kasih bagi temen2 yang sudah memberikan pencerahan.

Rabu, 20 September 2017

INSTRUKTUR KURIKULUM ( IK ) 2013

PENGALAMAN JADI INTRUKTUR KURIKULUM
KABUPATEN SUKABUMI TAHUN 2017


          Dampak mengikuti Gusar ( Guru sasaran ) Kurtilas di SMPN 1 Kadudampit, SMPN 2 Sukaraja, SMPN 1 Gunungguruh - Terakhir SMPN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi - Diklat Kurtilas selama 1 mg di SMPN 1 Palabuhanratu - dan Bintek Kurtilas di Cipanas Bogor. saya terpanggil oleh dinas untuk menjadi Intruktur Kurikulum tingkat Kabuipaten bidang studi Matematika.

Tepatnya Bulan Agustus 2017 saya mengikuti rapat di dinas tentang Implementasi kurikulum 2013, yang mana sekolah yang mendapatkan proyek bantuan pemerintah ( Bantah ) dari pemerintah via LPMP adalah SMP Islam Al-Anhar Kabipaten Sukabumi. Berdasarkan rapat maka yang hadir waktu itu otomatis menjadi koordinator IK. Selain itu waktu itu disepakati bahwa pelaksanaan IN serentak se-Kabupaten Sukabumi ada 29 Kluster yaitu tanggal 11 - 12 September 2017. Maka kamipun menyiapkan segala sesuatunya berserta Kepsek SMP Islam Al-Anhar untuk menyelenggarakann Pra IN dengan pertemuan para IK.

Add caption
 
Foto persiapan pelaksanaan kegiatan pendampingan. Jumlah sekolah yang mengadakan pendanpingan yaitu 5 sekolah sasaran dan 1 sekolah induk klaster sbb :
1. SMP Islam Al-Anhar ( Induk klaster )
2. SMPN 2 Cisaat (Ssekolah sasaran )
3. SMP Muhammadiyah 2 Cisaat ( Sekolah sasaran )
4. SMP PGRI Cisaat ( Sekolah sasaran )
5. SMP Al Hidayah
6. SMP Daarul Falaah ( Sekolah sasaran )

Dana pemerintah menurut informasi SMP Al-Anhar sebesar Rp. 48.000.000 ( Empat puluh delapan juta rupiah ).

Sebagai IK yang akan menjalankan tugas pendampingan adalah sebagai-berikut :




1. Sopiawaty, S.Ag ( Mapel PABP )
2. Henti Verayanti, S.Pd ( PPKn )
3. Sri Purwaningsih, M.Pd ( Bhs. Indonesia )
4. Sinta Respita Kania, S.Pd ( Bhs. Inggris )
5. Agus supranto, S.Pd ( MTK )-Koordinator IK
6. Melda Melawati, S.Pd ( IPS )
7. Iwan Setiawan , S.Pd ( PJOK )
8. Martiani Badri, S.Pd ( Prakarya )
9. Neneng Imat, S.Pd ( Senbud )
10. Adi Saputra, S.Pd ( IPA )

Maka berdasarkan kesepakatan dan Juklak dan Juknis yang ada hari Senin-Selasa tertanggal 11 - 12 September dilaksanakanlah kegiatan IN-1, yang mana dihadiri oleh : Pengawas ( Bpk. Deden ), 6 Kepala Sekolah, 6 Kurikulum dan perwakilan 12 guru sasaran, acaranyapun berlangsung.Dan dupituskan kegiatan ON dengan Jadual sbb. :

Pada kegiatan ini kami diberi tugas untuk memberikan materi tentang Penilaian selam 2 jam ( pukul 10.00 sd. 12.00 ). Alhamdulillah dapat saya laksanakan dengan lancar sesuai dengan jadual yang diberikan. Selesai kegiatan IN-1 maka disepekati pula pelaksanaan ON ke 6 Sekolah oleh 10 IK dilaksanakan pada tanggal 18 September sd. 27 September 2017. Sedangan tugas daripada IK yaitu mengobservasi pembelajaran oleh Gusar.

Sampai dituliskannya artikel ini saya telah melaksanakan On ke 4 Sekolah sasaran dan alhamdulillah telah terlaksana dengan lancar. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat selesai dengan lancar, bermanfaat, dan yang terpenting memperoleh kesepahaman tentang Konsep Kurikulum 2013.

Minggu, 20 Agustus 2017

CILETUH - PALABUHANRATU


        Hari itu Jum'at, 21 Juli 2017 aku bersama 2 orang rekanku ( Dadang Taryana, S.Pd dan Diky Tresnasena, S.Pd. MM ) bermaksud menjalankan misi touring kembali ke Pantai Ciletuh-Palabuhanratu Jawa barat. Karena memang direncanakan menginap kami berangkat agak siang kira-kira pukul 10.00 dan setelah sampai ke Warungkiara 11.30 kami berhenti terlebih dahulu untuk menjalankan sholat jum'at dengan dibarengi minum kopi terlebih dahulu untuk mengatur kondisi badan. Setelah menunaikan sholat jum'at, karena suatu hal ternyata 1 rekan temanku ( Dadang Taryana ) ternyata tidak dapat menlanjutkan perjalanan, tetapi kamipun tidak putus asa tetap semangat melanjutkan misi walaupun hanya dua-an. Selang waktu berlalu kami sampai ke KIARADUA :
Kami ambil jalan yang ke kanan ke arah Surade-Ujunggenteng, dan terus menyusuri jalan kami sampai ke pertigaan Surade dan Jampang kulon - Ciemas dan Ciracab :
Add caption

Add caption


Pada pertigaan ini kami sempat berhenti untuk makan siang dengan sate ayamnya yang jumbo dan menghilangan rasa panas yang menyengat, setelah selesai kami ambil jalan yang ke kanan ke Geopark Ciletuh. 
Jalan terus kami susuri dan sampailah pertigaan kembali :

Kami ambil jalan ke kanan dan sampailah/melewati SMPN 1 Ciemas, serta jalan masuk SMPN 2 Ciemas. Dengan mennggunakan peta lokasi kami sampailah pantai Palangpang/pantai Ciletuh.Lalu kami-pun meneruskan perlajanan sampai ke PUNCAK DARMA, tempat dimana bersandarnya para dewa konon katanya :




Jalan menuju puncak Darma                                                                      Cerita tentang  Puncak darma

                                                                PUNCAK DARMA
Jalan menuju puncak darma yang waktu itu masih koral/tatanan batu dalam pembuatan jalan baru  menembus menuju " Pantai Loji ". Sesampai di puncak darma ternyata sudah sore kira-kira pukul 5 sore. Waktu menjelang mag'rib kamipun turun untuk mencari tempat penginapan. Penginapan sekitar pantai Palangpang/Ciletuh ternyata agak sedikit fantastis ( Rp. 400.000 / kamar ). Maka kami-pun mengurungkan dan mencari penginapan di rumah penduduk ( Home Stay ) yang ternyata banyak di sekitar sama, dengan harga yang sudah standar ( Rp. Rp. 200.000 / kamar ).

Setelah kami membereskan barang di penginapan, kamipun setelah mag'rib berkehendak mencari makan malam. Ehhhh..... ternyata susah mencari makan malam di sekitar lokasi pantai. walaupun banyak rumah makan. Disekitar pantai kamipun hanya dapat minum kopi saja.

Sekitar pukul 19.00 kamipun berkeliling dan menjahui pantai sekitar 3-4 km sampailah pasar dan kamipun mendapatkan nasi goreng walaupun rasanya ngga karuhan, dengan tempat yang sangat tidak menarik. Tempat makan yg campur dengan tempat tidur dengan sedikit tidak nyaman.
Pagi harinya kami siap-siap untuk ke pantai, tetapi dalam persiapan kami ternyata motor susah nyala, kamipun pergi mencari busi, dengan nyala mesin yang tidak sempurna ( meletup2 ) motor kami paksakan untuk ke panjtai. Setelah sampai di pantai palangpang ( Sabtu pagi ), dengan dibarengi makan bubur kamipun ber-photo bersama, kemudian diteruskan pulang kembali ke Sukabumi.

Selasa, 11 Juli 2017

TOURING PANGANDRAN
VIA JAMPANG-SURADE


       Hari itu minggu, 9 Juli 2017 kami merealisasikan touring ke Pangandaran walaupun hanya duaan ( Saya + R. Diky Tresnasena ), dengan start dari rumah pukul 06.30 WIB dengan kuda hitam saya Verza tahun 2016 dengan bekal niat dan yang lainnya. Perjalanan kami melalui Jl. Palabuhanratu - Bakbakan lalu sampailah Surade, kemudian TEGAL BULEUD, degan jarak tempuh kira-kira 60 km :






 











Perjalanan kami teruskan ke timur ke arah Cianjur ( Sindang barang - Agrabinta - Cidaun  ) setelah sampai Cisadun pemandangan tampak indah dengan jalan pinggir pantai di sebelah kananya :












 Jalan terasa agak dekat setelah sampai ke Pamengpeuk ( garut ), setelah sampai ke tempat ini tinggal AMBIL JALAN KANAN LURUS TERUS, JANGAN BELOK KIRI ( Menyusuri pinggir pantai ).
Kami sempat terkecoh setelah sampai pertigaan Miramareau, kami ke kiri. Akhirnya kami kembali tetapi ambim yang lurus ( Ke kanan ) arah Santolo. Setelah sampai Cipatujah ( Tasik ) waktu kira-kira pukul 17.00 kami berhenti karena tempatnya indah ( pinggir pantai ) dan kami makan terlebih dahulu karena di situ banyak tempat2 kuliner dengan ikan bakarnya. Dengan ikan 7 ons + cak kangkung + patai 2 + pisang 3 dengan harga Rp. 104.000,00 kami melanjutkan perjanan.
Kami sampai pangandaran ternyata sudah malam kira-kira pukul 19.30, kami berkeliling ke gang dengan tujuan mencari penginapan yang lebih murah, untuk menghemat dompet. Di perjalanan kami disamper tukang ojek/calo dengan motor menanyakan “ingincari penginapan” kamipun meng-iyahkan dan diantar ke penginapan. Setelah sampai di tempat ternyata harga tidak boleh ditawar dia menyatakan harga Rp. 250.000 per kamar per malam sudah biasa. Kamipun segera beres-bers barang ke mamar A.1 :
Di kamar inilah kami istirahat – sholat – tidur walaupiun kenyataannya tidak nyenyak ( sebentar tertidur – sebentar bangun ), mungkin karena perjalanan kami yang terlalu jauh ± 400 km.
Kami bangun ± pagi-pagi rutinitas biasa sholat – mandi – ganti pakaian – jalan pagi sarapan – ke pantai – balik lagi ke pondok – siap siap – kemas – kemas – lalu cabut lagi – Pulang.


Dalam perjalanan pulang kami mencoba jalan baru setelah sampai tegal buleud kami melewati : Cidolog _ Sagaranten_ Sukabumi yang ternyata jarak tempiuhnya pada spedo meter menyatakan 359 KM. Alhamdulillah kami sampai rumah kembali pukul 10.00 WIB malam.


--- Selesai ---